Bagikan

AksaraKata.com: Aparat kepolisian berhasil membongkar kasus pembunuhan berantai sekaligus membekuk empat pelakunya. Dari empat tersangka, dua di antaranya pasangan suami istri.

Dikatakan Kapolda Riau Brigjen Condro Kirono, Dua pasangan suami istri adalah MD dan DP, mereka ditangkap di daerah Mandau Bengkalis.

“Kedua tersangka membunuh seorang anak, pertama kali di daerah Mandau Kabupaten Bengkalis. Sebelum dibunuh, diduga korban disodomi dahulu. Kemudian mereka mencari korban lain di Bengkalis sehingga korbannya menjadi tiga orang termasuk satu orang dewasa,” lanjutnya.

Masih dikatakan Condro, bahwa modus pelaku memberikan uang kepada para korbannya.

“Setelah calon korban sudah terkena bujuk rayu pelaku, kemudian mereka dibawa ke kesuatu tempat dan di sanalah mereka melampiaskan niatnya,” tegas Kapolda.

Sementara istri pelaku bertugas untuk membantu suaminya untuk melakukan pembunuhan dan memutilasi korbannya, pelaku juga memotong kemaluan para korbannya. Yang menurut pelaku untuk menambah kepercayaan dirinya jika beraksi di atas ranjang alias menambah kejantanannya.

“Untuk korban dewasa korbannya bernama Acin (40), mengalami keterbelakangan mental. Di mana saat kejadian korban sedang memancing dan diimingi ke tempat lain yang banyak ikan. Di tempat itu korban dibunuh. Motifnya masih didalami termasuk kemungkinan ada ilmu hitam. Dan kita juga akan melakukan pemeriksaan kejiwaan mereka,” tandasnya.

Usai beraksi di Bengkalis, kedua pasutri ini pindah ke Perawang Kabupaten Siak, Riau. Di sana mereka kembali mencari mangsa dan mendapatkan tiga anak yang dibunuh dan dimutilasi.

“Di Siak mereka mendapatkan dua pengikutnya yang turut membantu melakukan pembunuhan berantai itu,” tandasnya lagi.

Sedangkan daging dan kulit korban, oleh tersangka dijual di berbagai tempat.

Terkait pengakuan tersangka MD, pihak kepolisian berharap agar tidak mempercayai sepenuhnya pengakuan tersangka.

“Usai memutilasi, saya juga potong kemaluan mereka. Kemudian kemaluan itu saya bawa pulang untuk saya sop, kadang juga digoreng untuk dimakan. Ini saya percaya untuk bisa menambah kejantanan,” kata MD yang berprofesi sebagai penjual galon air mineral, Sabtu (9/8/2014).

“Pengakuan tersangka selalu berubah-ubah dan berbelit-belit termasuk soal penjualan organ itu,” kata Wakapolres Siak Kompol Arief Fazar.

Sementara itu Kapolda Riau Brigjen Condro Kirono menegaskan, bahwa dari empat tersangka yang telah ditangkap, MD merupakan pelaku utamanya.

“MD adalah pelaku utamanya, sementara D, istrinya¬† bersifat membantu. Kita akan melakukan pemeriksaan mental semua tersangka ke psikiater,” tukasnya.

Dalam kasus pembunuhan berantai polisi telah menetapkan empat tersangka, dua diantaranya adalah pasangan suami istri ini.

Dari keterangan polisi, pelaku telah membunuh dan memutilasi enam korbannya. Dari enam korbannya, lima diantaranya adalah anak-anak dan satu orang dewasa yang mempunyai keterbelakangan mental. Pelaku beraksi di dua kabupaten di Riau yakni Siak dan Bengkalis.ok/snd/yayang

Pembunuhan Berantai, Pelaku Mutilasi juga Bikin Sop Kemaluan Korbannya
Ditag pada:Berantai    Kemaluan    Mutilasi    pembunuhan

Tinggalkan Balasan

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline