Melerai, Sekali ‘Tebas’ Paman Tersungkur Meregang Nyawa

Bagikan

AksaraKata.com: Seorang keponakan tega menghabisi nyawa pamannya sendiri hanya karena persoalan sepele. Suwarjo (40), warga Dukuh Dempel, Desa Karangasem, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak tewas di tangan keponakannya sendiri M Natsir (26).

Korban tewas akibat luka parah terkena bacokan sabit tajam. Pembunuhan sadis yang menggemparkan warga Demak, Jawa Tengah ini terjadi. Sedangkan motifnya hanya karena pelaku yang tinggal bersebelahan dengan korban merasa terganggu oleh anak korban bernama Sakdun.

Awalnya pelaku yang sedang menidurkan anaknya terganggu oleh suara gaduh di rumah korban yang masih pamannya itu. Setelah dicari, suara gaduh itu berasal dari ulah Sakdun, anak korban yang tengah memperbaiki pintu kamarnya. Pelaku selanjutnya menegur Sakdun dan meminta untuk tidak menciptakan suara gaduh. Tetapi permintaan pelaku tidak digubris oleh Sakdun.

Akibatnya pelaku mulai emosi dan mengambil sabit bermaksud untuk menakut-nakuti Sakdun. Melihat pelaku membawa sabit, Sakdun lari dan mengadu kepada ayahnya. Pada mulanya, korban hendak menyelesaikan persoalan sepele antara pelaku dengan Sakdun, anaknya.

Karena Sakdun agak kurang waras akibat menderita gangguan jiwa korban minta agar M Natsir agar tidak meladeni anaknya. Campur tangan korban ternyata justru menjadikan pelaku kalap. Perselisihan berganti antara paman dan keponakannya. M natsir yang semakin kalap akhirnya membacokkan sabit tajam yang dibawanya ke bagian kepala dan perut korban. Akibatnya korban roboh bermandikan darah.

Para tetangga tak ada yang berani melerai lantaran pelaku seperti orang kesetanan dengan sabit tajam di tangannya. Usai peristiwa itu, pelaku langsung pulang ke rumahnya yang hanya selisih dua rumah dari lokasi kejadian. Pelaku berusaha kabur dengan mengendarai sepeda motor.

Jarak sekitar 500 meter dari rumahnya, pelaku berhasil dilumpuhkan warga. Beberapa warga menghubungi aparat Polsek Sayung. Selanjutnya, pelaku yang sudah diamankan warga lalu digelandang ke kantor polisi.

Kapolres Demak AKBP R Setijo Nugroho Harjo Hasta Putra melalui Kasubag Humas AKP Sutomo mengatakan, korban meninggal dalam perjalanan saat akan dibawa menuju RS Islam Sultan Agung .

Dari penyidikan, pelaku sebenarnya sudah memiliki persoalan lama dengan korban. Pengakuan pelaku, lanjutnya, memendam dendam lama kepada korban. Menurutnya, korban pernah menghembuskan kabar bahwa istrinya pernah diperkosa sebelum berumah tangga dengan dirinya.

Hingga kini, polisi masih menghimpun keterangan pelaku guna kepentingan penyidikan lebih lanjut. Pelaku sendiri masih ditahan di Mapolsek Sayung.

‘’Kami sudah melakukan olah tempat kejadian perkara. Barang bukti dan pelaku sudah diamankan di Polsek Sayung,’’ imbuhnya.pkt/yayang

bambang Penulis

Tinggalkan Balasan