Tim Pidsus Kejari Medan Segera Panggil Tujuh Tersangka Korupsi Kopkar PDAM Rp5 Milliar

Bagikan

AksaraKata.com: Tujuh tersangka dalam perkara kasus dugaan korupsi penggelapan pajak dan kredit fiktif di Koperasi karyawan (kopkar) PDAM Tirtanadi sebesar Rp5 Milliar, dalam pekan ini tim penyidik Pidsus Kejari Medan segera memanggilnya.

“Dalam pekan ini para tersangka tersebut akan kita panggil untuk dimintai keterangannya. Mengingat dari tujuh puluh saksi yang kita periksa mengarah terhadap tersangka,” ujar Kasi Pidsus Kejari Medan, Jufri Nasution kepada wartawan diruangan kerjanya, Senin (18/08/2014).

Adapun modus yang dilakukan para tersangka, lanjut Jufri, digolongkan empat bagian dimana yang pertama saksi tidak pernah mengajukan kredit akan tetapi namanya dicatat sebagai pengkredit dan keluar kreditnya, kedua saksi pernah mengajukan namun dibatalkan peminjamannya akan tetapi tetap dilanjutkan kreditnya.

“Sedangkan ketiga para saksi pernah mengajukan, dan keluar kreditnya akan tetapi para saksi tidak menerimanya, dan keempat pernah mengajukan dan keluar kreditnya dan menerima akan tetapi tidak pernah melakukan pembayaran kreditnya,” ujar Jufri.

Kasi Pidsus Kejari Medan Jufri Nasution juga menyatakan dari beberapa orang yang melakukan kredit tersebut juga ada yang bukan karyawan di PDAM Tirtanadi namun keluarga atau isterinya yang bekerja di Koperasi.

“Hal ini kita kategorikan bahwa sistem pengkreditan executing dimana koperasi mengajukan beberapa nama yang melakukan kredit sehingga ada plafon yang diinginkan terhadap perbankan sehingga hal inilah yang dicairkan oleh pihak perbankan tersebut,” ujar Jufri.

Namun ketika nama-nama tersebut tidak membayar, lanjut Jufri, maka perusahaan yang melakukan pembayaran tersebut sehingga seolah-olah hal ini menjadi hal yang lumrah.

“Padahal yang menggunakan dana tersebut adalah oknum atau pribadi akan tetapi pembayaran dilakukan oleh perusahaan,” terangnya.

“Kita melihat seyogianya ada dokumen-dokumen asli yang harus disimpan di bank seperti KTP, KK, dan kartu lainnya sebagai syarat untuk melakukan peminjaman mengingat terikat dengan kerjasama maka dokumen tersebut disimpan oleh pihak koperasi. Akan tetapi setelah kita minta kepada pihak koperasi data tersebut tidak ada alias fiktif dengan perkiraan negara dirugikan mencapai Rp4 miliar lebih dari total kredit yang dicairkan oleh pihak BSM Rp30 M dan CIMB Niaga sebesar Rp9 M,” ujarnya.

Jufri Nasution juga menyatakan selain kredit fiktif pihaknya juga menemukan tindak pidana keterkaitan dengan penggelapan pajak pada tahun 2011 sebesar Rp800 juta lebih.

Untuk kasus ini pihak Kejari Medan telah menetapkan tersangka yaitu Mantan Kepala Koperasi PDAM Tirtanadi Medan, Subdarkan Siregar, Kasi Pembukuan PDAM, Suyamto, Adywarstuti (bendahara Kopkar) dan Dimas eko prasetyo (kasi simpan pinjam) dari Kopkar PDAM Tirtanadi, sedangkan tiga tersangka lainnya adalah KCP BSM Iskandar Muda dan dua asisten managernya, diantaranya Rudi Purwanto (mantan KCP BSM Iskandar Muda medan), Adri prastowo (marketing support) dan Bayu yoga wardana (asisten marketing officer).dna/yayang

bambang Penulis

Tinggalkan Balasan