Bagikan

AksaraKata.com: Terjadinya aparat Polri bukan kali yang pertama. Kali ini penembakan terjadi dan mengorbankan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Ambalawi, Bima NTB, AKP Abdul Salam, pada Sabtu 16 Agustus 2014. Kejadian tersebut sekitar pukul 06.00 waktu setempat (WITA). Atas insiden tersebut Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Sutarman, di Mabes Polri, merupakan aksi terorisme.

“Ya, terorisme,” ujarnya.

Ditambahkannya, bahwa aksi penembakan terhadap Kapolsek Ambalawi, motifnya adalah teror terhadap kepolisian. Untuk itu, Polri terus mengusut dan memproses kasus tersebut dan sudah mengendus para pelakunya.

“Sebenarnya di beberapa kasus penembakan yang lalu sudah kita ikuti, dan tim kita sudah mengikuti sebenarnya,” ujar Sutarman.

Meski demikian, orang nomor satu di Polri ini tidak bersedia menyebut nama pelaku.

“Pelaku-pelaku penembakan sudah kita ikuti. Saya memang tidak usah menyebut satu per satunya, karena sedang dalam proses,” ucapnya.

Aksi penembakan terhadap AKP Abdul Salam bukan yang pertama, karena pada 2 Juli 2014, Brigadir Polisi Kepala Muhamad Yamin, Kepala Unit Intelijen Keamanan Kepolisian Resor Bima juga ditembak hingga tewas di dekat rumahnya, di Desa Rasabou, Kecamatan Bolo, sekitar pukul 22.10 WITA.

Kemudian, 28 Maret 2014, juga terjadi penembakan misterius yang menimpa Kepala Satuan Narkoba Polres Bima, NTB, Inspektur Polisi Dua Hanafi yang ditembak sekitar pukul 10.55 WITA. Saat itu korban mengalami dua luka tembak, yaitu di rahang kiri tembus ke kanan dan luka tembak perut dan dirawat di rumah sakit.gtr/yayang

Kapolsek Ambalawi Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal
Ditag pada:Ambalawi    Kapolri    Kapolsek    teror

Tinggalkan Balasan

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline