Bagikan

AksaraKata.com Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) secara langsung kini baru dipersoalkan oleh beberapa partai yang dinilai tidak bernyali oleh Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR).

Masykurudin Hafidz Deputi JPPR mengatakan, partai politik yang menghendaki kepala daerah dipilih DPRD mempunyai empat ketakutan sekaligus.

Takut dekat dengan pemilih. Pilkada langsung adalah kesempatan besar partai ditingkat lokal untuk saling mendekatkan dalam berkomunikasi politik dengan pemilih,” jelasnya.

Masa kampanye, lanjut Masykurudin, dalam Pilkada adalah masa penting bagaimana partai politik membuktikan diri kedekatannya dengan pemilih. Dengan mengembalikan Pilkada ke DPRD, partai takut akan sikap kritis pemilih yang cerdas dalam menentukan pilihan politiknya, Jakarta, Minggu (7/9/2014).

“Lalu yang kedua, kata Masykurudin, partai politik takut dievaluasi. Pada level eksekutif, adalah hak pemilih untuk memberikan evaluasi terhadap kinerja pemerintahan,” lanjutnya.

Bila pemilih menilai selama kepemimpinannya partai daerah dipandang buruk, maka hak bagi pemilih untuk tidak lagi memilih calon dari partai tersebut. Maka dengan mengembalikan Pilkada ke DPRD, berarti partai takut akan adanya evaluasi publik atas kinerja pemerintahannya.

“Lantas partai politik takut menjadi partai terbuka. Dalam Pilkada langsung, aspek keterbukaan dari partai menjadi salah satu kunci kemenangan. Pada hal, semakin partai membuka diri terhadap proses pencalonan yang menyerap aspirasi rakyat maka semakin membuka peluang menang,” sambungnya.

Masih Masykurudin, bila Pilkada kembali ke DPRD, maka partai ketakutan terhadap apa yang terjadi di internal partai politik yang sesungguhnya adalah lembaga publik.

“Yang terakhir, partai politik takut dipantau rakyat. Dengan proses Pilkada langsung, elemen organisasi masyarakat sipil mempunyai kesempatan untuk meningkatkan kualitas demokrasi di tingkat lokal. Kontrak politik yang dibangun antara pemilih dengan calon yang didukung partai adalah bagian penting untuk membangun akuntabilitas pemerintahan.

“Bila Pilkada kembali ke DPRD, maka partai politik ketakutan terhadap pemantauan kinerja pemerintahan dari elemen masyarakat sipil tersebut,” pungkasnya.tbn/reza

Pilkada Tak Langsung, Banyak Politisi Hitam Ketakutan
Ditag pada:DPRD    Hitam    Pilkada    POLITISI    Takut

Tinggalkan Balasan

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline