Bagikan

AksarKata.com: Tampak komoditas rumput laut menjadi lahan yang paling potensi untuk dikembangbiakan.  Pasalnya banyak nilai tambah dari komoditas ini. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan hilirisasi rumput laut menjadi andalan di sektor industri agro.

“Bayangkan komoditas ini pasti akan ada nilai tambah yang besar  jika diolah di dalam negeri. Dan kita memiliki 500 lebih jenis rumput laut,” ujar Panggah Susanto, Dirjen Industri Agro, Kemenperin, di Jakarta.

Potensi budidaya rumput laut, Indonesia memiliki total luas areal mencapai 1.110.900 hektar. Untuk Plasma Nutfah rumput laut di Indonesia kurang lebih 555 jenis atau 45% spesies yang ada di dunia. Diantaranya, jenis Glacilaria, Gelidium, Eucheuma, Hypnea, Sargassum dan Turbinaria. Keunggulannya, budidaya rumput laut dapat dipanen dalam kurun waktu 45 hari.

Menurut Panggah, bahwa suplai bahan baku pengolahan rumput laut untuk saat ini masih terbatas industri pengolahannya, karena masih diekspor dalam bentuk mentah. Terlebih rumput laut jenis Eucheuma kini menjadi primadona dunia, dan jenis ini menjadi rumput laut terbaik di dunia.

“Dan ini hanya ada di Indonesia, bayangkan betapa potensialnya rumput laut kita. Jenis Eucheuma ini diminati karena menjadi bahan campuran untuk industri farmasi, ”jelas Panggah.

Seperti diketahui, rumput laut dipanen sebagai bahan pangan, sebagai sumber obat-obatan, sebagai sumber bahan kimia untuk industri dan sebagai pupuk pertanian. Rumput laut diketahui kaya akan nutrisi essensial, seperti Enzim, Asam Nukleat, Asam Amino, Mineral.

Potensi Budidaya Euchema
Jenis rumput laut Eucheuma mempunyai potensi untuk budidaya yang dapat dikembangkan. Eucheuma merupakan bahan mentah untuk pembuatan karagenan  yang digunakan dalam berbagai proses industri seperti  untuk kosmetik, farmasi, industri makanan. Juga  sebagai bahan tambahan dari industri tekstil, kertas, keramik, fotografi, insektisida, pelindung kayu dan pencegah api.

Di Indonesia, pabrik pengolahan untuk menghasilkan karagenan tersebut belum ada. Rumput laut jenis ini langsung diekspor.

Industri pengolahan rumput laut di Indonesia terdiri dari 25 perusahaan. Kapasitas terpasang industri lokal untuk pengolahan rumput laut jenis Euchema Sp sebesar 33 ribu ton dengan utilisasi sebesar 60,6 persen.

Kemenperin berupaya mengembangkan rumput laut dalam lima tahun ke depan melalui beberapa kebijakan. Pertama, meningkatkan kemitraan dan integrasi antara sisi hulu dan sisi hilir dalam rangka meningkatkan jaminan pasokan bahan baku, dengan instansi terkait dan dunia usaha.

Kemudian, kebijakan untuk pengembangan sarana dan prasarana industri pengolahan hasil laut, antara lain melalui bantuan mesin dan peralatan pengolahan hasil laut ke daerah-daerah yang potensial dengan berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Yang terpenting kebijakan untuk meningkatkan harmonisasi tarif bea masuk dalam rangka mendukung industri pengolahan rumput laut. Dan terakhir melakukan finalisasi penyusunan road map industri rumput laut,” jelas pria berkacamata ini.

Dengan hilirisasi, Panggah berharap, 100 persen bahan baku rumput laut dapat dikelola di dalam negeri secepatnya. Itu agar ketika diekspor, produk pengolahan bahan baku tersebut memiliki nilai tambah.

 

Editor: Udin
Sumber: Agrofarm

45 Persen Spesies Rumput Laut Dunia ada di Bumi Indonesia
Ditag pada:45 Persen    ada di Bumi Indonesia    di Dunia    Laut    Rumput    Spesies

Tinggalkan Balasan

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline