Home » Info Hobby » Breeding » Menangkar Love Bird, Cak Eko: awalnya iseng terus ketagihan

Menangkar Love Bird, Cak Eko: awalnya iseng terus ketagihan

Menangkar Love Bird, Cak Eko: awalnya iseng terus ketagihan
Pakde saat membedakan jenis Lovebird jantan dan betina1/ Foto: bam aksarakata

AksaraKata.com: Awalnya sekedar hobi memelihara burung Love bird, kemudian ketagihan. Sekarang jadi berubah jadi penangkar burung Love bird. Bahkan hobinya kini menjadi ladang usaha. Cak Eko (52) yang juga akrab dipanggil Pakde, warga Tenggumung Karya Lor I Tengah 14, Wonokusumo, Semampir, Surabaya, Jawa Timur ini bertekad untuk jadi penangkar burung Love bird. Berangkat dari banyaknya peminat burung atau pecinta burung Love bird, kedua pria ini yang semula hanya sekedar memelihara kini berubah menjadi penangkar Love bird.

Kandang penangkaran Cak Eko atau Pakde/Foto: bam aksarakata

Kandang penangkaran Cak Eko atau Pakde/Foto: bam aksarakata

Menurut Cak Eko, saat ditemui Info Hobby di rumah penangkarannya, bahwa apa yang dilakukannya saat ini berangkat dari iseng. Karena hobi, kemudian jadi penangkar. Ada istilah, terlanjur basah, nyebur aja sekalian, Ramainya pasar Love bird, membuat kedua pria ini tertantang untuk mengembangbiakan Love bird yang berkualitas. Di kandang penangkaran yang berukuran 60x40cm ini sudah terisi 41 pasang induk Love bird terbaik dengan silangan beberapa jenis Love bird, baik Pastel Hijau, Pastel Kuning, Pastel Biru dan Blorok.

“Untuk indukannya, menurut saya sudah yang terbaik. Karena itu kami berani menangkarnya, dengan persilangan beberapa jenis Love bird,” ujar Pakde, yang sudah 2 tahun menekuni dunia penangkaran Love bird.

Diluar penangkaran, pria kelahiran Surabaya ini juga bertengger 8 ekor induk Love bird terbaik yang menjadi jagoannya dan siap untuk diterjunkan ikut lomba atau turnamen.

Agar bisa mendapatkan peranakan yang maksimal dalam penangkarannya, ternyata Pakde tidak sendiri. Dia ditemani Gigih RSH (Rumah Sakit Asrama Haji) (29), yang juga tinggal di Tenggumung Karya Lor untuk ikut merawatnya. Tentunya sangat beralasan kenapa Pakde menjadikan partner Gigih. Sebab pria dengan postur tubuh menjulang dengan pawakan kurus ini memiliki rekor yang tidak bisa dipandang dengan sebelah mata.

Torehan yang baru saja disandangnya dalam lomba burung kicau Cucak Ijo dengan kelas Safe Care Juara I, kelas Kretek Juara I dan Kelas Mild Juara 6 di Turnamen Apache Cup 2015 Seri I yang digelar di Gantangan Telaga Bahari, Jalan Semolowaru Baru Bahari Kompleks AL, Surabaya, Jawa Timur pada Minggu 8 Februari 2015 lalu.

“Untuk meraih yang terbaik, tentu tidak ada salahnya kalau dia (Gigih) saya minta untuk membantu saya,” papar Pakde. Terkait bagaimana memulai penangkaran Love bird, Pakde siap untuk berbagi dengan pembaca Info Hobby.

Pakde saat membedakan jenis Lovebird jantan dan betina/Foto: bam aksarakata

Pakde saat membedakan jenis Lovebird jantan dan betina/Foto: bam aksarakata

Menyeleksi kualitas Love bird adalah penting, maka dengan indukan yang bagus akan sangat mempengaruhi keturunan atau peranakan Love bird nantinya. Biasanya kalau tidak mengetahui terlebih dulu karakter burung Love bird, si penangkar akan asal-asalan ketika memilih indukannya.

“Langkah pertama, kami harus mengetahui kualitas induk. Sebab kalau suara kualitas induk kurang bagus, kerja jadi kurang semangat,” katanya.

Wajib hukumnya bagi si penangkar untuk mencari indukan Love bird yang benar-benar berkelas dengan kualitas terbaik. Karena nantinya akan bicara diseputar arena lomba. Sebenarnya untuk mencari tahu Love bird yang memiliki kualitas bagus tidak susah, asal si penangkar sering-sering belajar dan bertukar pengalaman dari breeder Love bird, kemudian ditopang dengan sering membaca artikel-artikel soal Love bird sendiri.

Yang terpenting bagi si penangkar yang harus diperhatikan adalah fisik atau postur Love bird yang akan kembangbiakan. Untuk Love bird yang bagus dan berkulitas, dia memiliki ciri kepala besar. Pada umumnya Love bird dengan ciri kepala besar, dipastikan memiliki mental juara yang bagus pula. Lantas ciri fisik Love bird yang lain, dia memiliki ukuran tubuh yang seimbang antara leher, kaki, ekor yang terlihat serasi (proporsional).

“Selain ukuran fisik yang seimbang, kita juga perlu melihat bulu di bagian dada Love bird terlihat lebat. Kalau bisa, hindari Love bird yang memiliki badan dan leher yang terlihat pendek,” ujar Cak Eko.

Pasangan Lovebird Pastel Kuning dan Hijau yang siap berkembangbiak/Foto bam aksarakata

Pasangan Lovebird Pastel Kuning dan Hijau yang siap berkembangbiak/Foto bam aksarakata

Disamping itu, Love bird dengan leher panjang dan padat-berisi, menunjukkan kalau burung tersebut mampu mengeluarkan power suara maksimal. Yang tidak kalah pentingnya, si penangkar harus memperhatikan gerakan Love bird, kalau memang Love bird tersebut memiliki kualitas fisik dan suara yang baik, gerakannya akan terlihat gesit (lincah).

Kemudian pola makannya lahap dan bernafsu besar. Selain itu, sayapnya terlihat mengapit (rapat) kuat, petanda  bahwa Love bird tersebut bagus. Sedangkan untuk kaki, cengkeramannya terasa atau terlihat kuat pada dahan dengan kuat baik itu kaki kiri maupaun kaki kanannya.

Soal warna pada kaki Love bird bisa kita mengabaikannya, karena hal tersebut tidak terlalu mempengaruhi mental  love bird. Penangkar harus memperhatikan bola mata Love bird, kalau besar dan bersinar dengan sorot mata tajam tidak seperti mengantuk maka layak untuk anda jadikan bibit indukan atau buat kontes atau lomba.

“Kalau pada bola terlihat cerah atau terlihat bersinar, maka Love bird tersebut bisa anda jadikan induk untuk dikembangbiakan,” jelasnya.

Love bird Jantan dan Jenisnya

Lovebird jagoan Pakde yang sewaktu-waktu siap ramaikam Turnamen1/Foto: bam aksarakata

Lovebird jagoan Pakde yang sewaktu-waktu siap ramaikam Turnamen1/Foto: bam aksarakata

Bagi penangkar pemula, biasanya yang menjadi kendala adalah untuk mengetahui mana Love bird jantan dan mana Love bird Betina. Sebab untuk jenis burung Love bird banyak jenisanya, pejantan dan betinanya hampir memiliki karakter yang sama. Maka penting bagi penangkar pemula untuk mempelajari masing-masing karakternya, untuk mempermudah si calon penangakat untuk menemukan si jantan maupun betina Love bird.

“Karena jenis burung Love bird ini banyak jenisnya. Kalau kita tidak mengetahuinya terlebih dahulu, maka kita akan rugi sendiri nantinya,” ujar Cak Eko.

Selain jenis burung Love bird Madagaskar ada jenis Love bird Abisinia, Love bird Muka Merah atau yang dikenal dengan Red Face.

“Ketiga jenis Love bird ini termasuk dalam kelompok Dimorfik,” tambhnya.

Untuk Love bird Madagaskar nama latinnya adalah, Agapornis Cana. Dan Love bird ini jantan dan betinanya memiliki ciri fisik yang hampir sama. Pejantan Love bird Madagaskar, dia memiliki kepala dan leher dengan warna abu-abu. Sedang Love bird betinanya memiliki ciri fisik dengan bulu berwarna hijau semua.

Sedang untuk Love bird Abisinia, atau dengan nama latinnya Agapornis Taranta. Jenis Love bird ini pejantannya memiliki berat badan 65 gram, sedang bulu pada dahinya berwarna merah. Untuk yang betina, memiliki ciri fisik beratnya sekitar 55 gram. Lantas pada dahinya berwarna hijau.

Kalau untuk Love bird Muka Merah, Nama latinnya Agapornis Pullaria. Love bird jenis ini pejantannya memiliki ciri bulu di dahi dan di muka berwarna merah kekuningna (oranye), dan di tunggir (bulu di atas pantat), kemudian di bawah pangkal lipatan sayap warnanya biru muda, bagian bawah bulu sayap dan bulu terbang berwarna hitam.

Ciri betina jenis Love bird di muka dan dahinya didominasi warna oranye dibandingkan dengan  warna merah. Kemudian di bagian bulu penutup sayap warnanya hijau dan di tepi sayap berwarna kekuning-kuningan.

Kemudian ada jenis Love bird Black Collared, dengan nama latin Agapornis Swinderniana, untuk Love bird ini, pejantan dan betina sangat sulit dibedakan, baik secara penampilan fisik luar maupun dalam. Karena Love bird ini mempunyai ciri fisik yang sama.

Sedang untuk Love bird Muka Salem antara jantan dan betina terlihat sama untuk penampilan luarnya. Namun, pada umumnya untuk Love bird betinanya memiliki ciri di bulunya bagian kepala warna lebih pucat dibanding pejantannya.

“Kalau jenis Love bird Black Collared dan Muka Salem ini masuk dalam kelompok Intermediate,” ujarnya.

Sedang Love bird Nyasa (Agapornis Lilianae), Love bird Topeng (Agapornis Personata), Love bird Fischer (Agapornis Ficheri) dan Love bird Pipi Hitam (Agapornis Nigrigenis). Keempat jenis Love bird ini masuk dalam kelompok Love bird Kacamata.

“Dari keempat-empat jenis Loverbird ini sangat sulit dibedakan antara jantan dan betinanya. Hanya sedikit perbedaannya, diberat badannya. Keunikan dari Love bird kelompok ini adalah pada saat musim berkembangbiak induk  betina akan membawa bahan sarang di bawah bulu punggung bagian bawah dan bulu tunggirnya,” jelasnya.

Perjodohan yang Ideal

Lovebird Pastel Hijau di kandang penangakaran Pakde/Foto bam aksarakata

Lovebird Pastel Hijau di kandang penangakaran Pakde/Foto bam aksarakata

Kalau si penangkar sudah mengenali Love bird jantan dan betinanya, tentunya tidak akan mengalami kesulitan lagi ketika mengawinkan atau megembangbiakannya. Untuk mengawinkan jenis burung ini memang tidak terlalu sulit. Lebih mudah lagi bagi penangkar pemula, dia bisa membuat kandang yang luas, kemudian masukan beberapa Love bird yang masih anakan kemudian lakukan pengawasannya dengan benar.

“Si penangkar tinggal memasukan beberapa Love bird anakan di dalam satu sangkar yang cukup luas, tinggal kita lakukan pengawasannya secara baik. Termasuk kebersihan kandangnya, biar sehat,” kata Cak Eko.

Apa bila sudah memasuki umur 9 bulan, penangkar diarapkan lebih ketat lagi untuk melakukan pemantaun gerak-geriknya. Untuk ciri-ciri atau tanda Love bird mulai birahi akan melakukan gerakan-gerakan terlihat saling cumbu. Hal tersebut biasanya diikuti oleh Love bird pejantan yang akan belajar kawin.

“Si jantan biasanya menaiki punggung betina, seperti laiknya hewan pada umumnya.  Pantau terus pasangan yang sudah bercumbu tersebut. Apabila gelagat ini berlanjut hingga beberapa hari, maka si penangkar harus segera memindahkannya atau memisahkan dari kandang dan kelompoknya,” papar Cak Eko.

Penangkar bisa memindahkan ke kandang baterai, hal tersebut dimaksudkan agar mudah dipindahkan. “Karena pasangan Love bird yang sudah ketemu jodohnya itu perlu dijemur dan mandikan saat pagi hari. Usahakan saat mamendikan dan menjemurnya berkisaran pada pukul 09.00 – 10.00, karena sinar matahari dijam ini tidak terlalu panas,” kata Eko.

Agar mencapai pada yang ideal, berikan jeda waktu untuk penyesuaian bagi pasangan Love bird tersebut, berkisar 3 – 6 minggu (pekan) untuk memastikan bahwa pasangan tersebut sudah berjodoh dan siap jadi indukan. Kelihatan sepele, namun penting bagi burung yakni, tempat sarang. Hai ini pun juga perlu perhitungan yang matang. Sebab dengan terlalu cepat si penangkar memasukan sarang kedalam kandang, dikhawatirkan pasangan Love bird malah sibuk bermain dengan kotaknya sarangnya.

“Kalau sudah bermain-main dengan sarang, ditakutkan birahi kedua Love bird hilang. Dan gariah untuk kawin pun tidak mungkin terjadi,” ujar Cak Eko, coba mengulas lebih jauh.

Karena pada umumnya, Love bird akan siap dikembangbiakkan pada usia 1 tahun. Namun, apabila si penangkar melakukan perawatannya dengan baik dan dirasa sempurna, maka di usia 10 bulan Love bird sudah terlihat ciri-ciri akan kawin dan siap melakukan reproduksi.

Kalau Love bird sudah measuki masa tersebut, maka si penangkar diperbolehkan mamasukan kotak sarang didalamnya. Usahakan didalam kotak  sarang tersedia bahan serutan kayu setinggi dengan 1 – 2cm sebagai alas sarang. Lalu tebar kulit jagung muda di dalam kandang. Karena Love bird betina lebih aktif untuk mengambil kulit jagung lalu dirobek-robek dengan paruhnya, yang kemudian dibawa masuk ke kotak sarang.

Lovebird jagoan Pakde yang sewaktu-waktu siap ramaikam Turnamen/Foto: bam aksarakata

Lovebird jagoan Pakde yang sewaktu-waktu siap ramaikam Turnamen/Foto: bam aksarakata

“Sang jantan yang baik akan rajin menolong si betina untuk mempebaiki sarangnya,” papar pria yang juga mengaku demen dengan burung Cicak Ijo ini.

Faktor yang mempengaruhi birahi Love bird jantan. Si penangkar harus memastikan, bahwa di sekitar lingkungan kandang dalam kodisi tenang, tidak terganggu adanya tikus, tokek, cicak, kucing, atau hewan pengganggu lainnya.

“Sebab kalau pasangan Love bird merasa tidak tenang atau terganggu, akan sulit untuk melakukan ritual perkawinan,” kata Cak Eko lagi.

Faktor lain selain kondisi kandang, yang harus terjaga adalah kebersihannya. Untuk membersihkan kandang dari sisa-sisa makanan yang jatuh. Karena jika makanan basah tidak segera dibersihkan maka akan busuk, dan mengundang penyakit. Hal penting lainnya adalah kualitas makanan Love bird. Karena ini akan menunjang komposisi nutrisi untuk birahi Love bird atau berkembang dengan biak.

“Makanan utama tersebut adalah biji kenari, jagung, kangkung dan kecambah,” pungkas Cak Eko, pada Info Hobby.jpg

One comment

Leave a Reply

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline