Home » Info Hobby » Breeding » 5 Tahun Baru Panen, Menjadi Breeder Love Bird Sukses

5 Tahun Baru Panen, Menjadi Breeder Love Bird Sukses

5 Tahun Baru Panen, Menjadi Breeder Love Bird Sukses
H M Salim sudah mengirim 20 ekor Love Bird setiap bulannya/Foto bam aksarakata

aksarakata.com: Memilih sambilan pekerjaan untuk menambah pendapatan memang dibutuhkan keberanian diri untuk mengukuhkan dan menentukan langkah setiap manusia dikehidupan selanjutnya. Maka, dengan menangkar Love Bird breeder bisa menjadi bos.

H Muhammad Salim SH pria asal Lamongan, Jawa Timur ini memang sudah bertekad menerjuni didunia bisnis.

Hal itu dia tunjukan dengan kehidupan yang dia jalani sekarang dengan membuka toko kelontong di Pasar Mrutu Kali Anyar, Surabaya.

Karena kesibukannya yang memang sering berada di rumah, pria yang menyandangs ebagai sarjana hukum ini juga memiliki hobi memilihara burung Love Bird.

Menurut Salim, bahwa kesukaannya terhadap burung yang masih satu garis keturunan dengan burung parkit dan jenis burung kakak tua, bermula dari kesukaan dengan warna bulu-bulu yang memang terlihat indah dan mencolok.

Namun, yang paling berperan adalah sang istri. Sebab pendamping hidupnya itu paling getol agar memelihara dan sekaligus berternak.

“Semula saya dan istri suka dengan burung Love Bird ini dari warnya yang emamng terlihat indah. Lalu yang kedua nama dari Love Bird iu sendiri. Nama burung itulah yang emngilhami kami untuk mengembangbiakannya,” terang Salim pada Info Hobby saat ditemui di lantai tiga rumahnya dimana lokasi tersebut dijadikan tempat penangkarannya.

Pria yang memiliki hobi bisnis ini lebih memilih mengembangbiakan Love Bird karena burung jenis ini banyak diminati masyarakat khususnya kicau mania.

Untuk menekuni dunia pengakaran Love Bird sendiri, Salim mengaku sudah lebih dari lima tahun.

Lima tahun, adalah jedah waktu yang tidak sedikit bagi penangkar untuk mendapatkan hasil. Sebab, diperlukan porses panjang, selain keuletan, teliti, sabar dan rajin.

“Tidak cukup dibutuhkan kesabaran untuk mengembangbiakan Love Bird, nmaun juga dibutuhkan teliti. Sebab bagi orang awam yang hendak menangkar Love Bird haruslah bias memilih indukannya yang sehat,” kata Salim.

Ketelitian memilih induk tersebut terkait dengan kesehatan piyiknya kelak. Kalau sedari awal kita sudah salah memilih indukannya, maka resikonya adalah hasil dari penangkaran itu sendiri.

“Tentunya kalau induknya saja sudah tidak sehat, tentunya piyiknya juga ikut tidak sehat pula. Kalau sudah begini sudah pasti berdampak pada kunsumen kita,” lanjut Salim, seraya menutup kembali sangkat koloninya.

Jika si penangkar sudah bisa memilih indukan yang sehat, baru menyiapkan kandang untuk menjodohkan Love Bird.

Setelah membuat kandang Love Bird dengan ukuran Gelodok (kandang kayu) 20cm x 20cm x 25cm dan kandang besi yang berukuran 50cm x 50cm x 50cm tempatkan juga tempat bertengger 2 tangkai.

Yang tidak boleh dilupakan bagi penangkar adalah, mempersiapkan bahan sarang. Bahan tersebut bisa berupa serutan kayu, rumput kering atau pun sobekan Koran.

Hal tersebut diharapkan pada saat proses bertelur sang betina biasanya akan mencari bahan sarang untuk menghangatkan telurnya.

Minimal Usia Induk 1 Tahun

Indukan yang berada di kandang koloni/Foto bam aksarakata

Indukan yang berada di kandang koloni/Foto bam aksarakata

Selian sehat, usia indukan juga menjadi perhatian. Sebab indukan yang belum berusia 1 tahun, biasanya akan mengalami kesulitan saat proses penetasannya.

Dengan begitu penangkaran akan menemukan kegagalan dalam proses ini dikarenakan usia Love Bird memang belum matang.

Selain itu, sangkar Love Bird harus dihindarkan hewan-hewan pengganggu lainnya, seperti tikus, kucing dll yang sifatnya bias mengganggu ketenangnnya dalam mengerami telurnya.

Bahkan, bagi si penagkar sendiri juga dikarang terlalu sering melihtanya. Karena dengan kedatangan si burung akan merasa terusik dan itu akan membuatnya tidak bisa tenang.

Love Bird yang sudah menetaskan anaknya/Foto aksarakata

Love Bird yang sudah menetaskan anaknya/Foto aksarakata

“Selama proses pengeraman, agar dijaga lingkungan kandang dalam kondisi tenang. Hal tersebut diharapkan Love Bird dapat fokus mengeraminya telurnya. Kalau masa ini bisa dilewati dengan sempurna dipastikan hasilnya akan baik pula,” lanjut Salim.

Disarankan agar breeder menghilangkan rasa penasarannya atau harus sabar menunggu kedatangan si anak Love Bird, paling tidak breeder berpuasa tidak menjumpainya selama 21-24 hari.

Namun demikian, jika dalam hitungan 21-24 hari hingga masuk pada hari ke 26 telur tidak juga menetas. Maka sudah bisa dipastikan, bahwa telur tersebut tidak bisa ditetaskan, maka segara untuk diambil.

Dengan mengambil telurnya, diharapkan indukan akan terangsang lagi untuk kawin lagi, dan mereka akan berusaha bertelur.

“Kalau telur yang dieraminya tidak juga menetas, berarti telur telurnya rusak. Breeder harus segera mengambilnya dari sangkarnya. Hal tersebut dimaksudkan agar si induk lebih terangsang untuk bertelur lagi,” jelas Salim.

Jika indukan sudah berhasil menetaskan telurnya, maka breeder harus tetap konsentrasi dengan makanan pada induknya, sebab induk akan meloloh (menyuapi) piyikannya.

“Dalam hal menyuapi piyikan, ada dua criteria. Biasanya ada breeder yang mengambil piyikannya untuk disuapi sendiri. Lalu ada breeder yang mebiarkan piyikannya disuapi oleh induknya,” cetus Salim lagi.

Namun, dalam hal suap-menyuap, Salim membiarkan Love Bird piyiknya disuapi oleh induknya sendiri. Karena dengan disupinya induknya, piyik Love Bird akan berkembang secara alamiah. “Kenapa hal itu saya lakukan. Karena air liur dari induknya, sama dengan ASI (Air Susu Ibu). Dengan air liur itu pula diharapkan piyikan akan terjaga kesehaan fisiknya,” ucap Salim, seakan memberikan arahan yang ideal bagi breeder pemula.

Selain sehat secara fisik, bulu-bulu piyikan juga tumbuh dengan alami. Karena dengan dibiarkan disuapi sang induk, bulu-bulu piyik akan dijaganya. Sehingga bulu akan terlihat lebih tebal.

Lain halnya dengan piyikan yang disuapi oleh breeder. Dengan dipegang tubuh piyikan, maka perekmbangan bulu piyikan pun juga terganggu, sehingga perteumbuhannya terhambat, bahkan kliauannya juga tidak Nampak indah.

Makanan untuk Love Bird sendiri standar, seperti kangkung, jagung dan milet. Namun, jika ingin menambah varian lain breeder bisa memberinya juga seperti jewawut, biji sawi, sawi, toge, dan kenari seed, bisa ditambahkan dengan nutrisi lain seperti BR1 agar perkembangan anaknya lebih baik.

Solusi lain bagi breeder yang ingin menyuapi piyikan Love Bird sendiri, bisa dengan bubur bayi instant yang banyak dijual.

Biasanya bubur bayi dicampur dengan air hangat, dengan menggunakan jarum suntik atau dengan sendok kecil.

Lakukan hal tersebut disaat mereka berusia 11-15 hari. Untuk menyuapinya dilakukan minimal tiap 4 jam sekali, dan itu harus dilakukan secara teratur.

Baru setelah piyikan Love Bird usia 4 minggu, breeder bisa memberinya makan di tempat makan, hal tersebut dimaksudkan untuk melatih piyikan untuk bisa hidup mandiri, seperti potongan buah-buahan atau sayuran, pellet yang dicampur air hangat, telur rebus.

Satu Ekor Dihargai Rp125.000

Setelah usia piyikan mencapai 2-3 bulan, maka Love Bird siap dikirim. Penangkaran yang dilakukan Salim sudah mendapatkan tempat dikalangan pecnita burung Love Bird terutama penghobi Love Bird Sulawesi.

“Seakarang, setiap satu bulan sekali kami mengirim 20 ekor Love Bird ke konsumen yang berada di Sulawesi. Karena sementara ini memang permintaan dari dari Sulawesi yang rutin dan konsisten. Sebenarnya ada konsumen lain, namun hal itu tidak kami lakukan karena permintaan konsumen dari Sulawesi semdiri sebenarnya kurang. Maka saya lebih mengutamakan pelanggan utamanya. Baru kalau memang sudah ada lebihnya baru kita berikan pada konsumen lain,” paparnya lagi. Untuk harga, Salim mematok per ekornya Rp120 ribu – Rp125 ribu.

Untuk penjualan Love Bird sendiri sebenarnya mudah, bagi breeder yang ingin cepat Love Birdnya laku dengan cepat, breeder bisa menjual di tempat-tempat pasar burung atau ranji yang biasanya dapat dijumpai di pinggir jalan.

“Bisa saja kami jual cepat dengan memborongkannya pada penjual burung di pasar burung atau ranji, namun hal tersebut tidak kami lakukan karena kami menginginkan Love Bird yang kami produksi tetap terjaga kesehatannya,” labih jauh Salim menjelaskan.

Sebab selama ini di pasar burung atau di ranji biasanya sulit untuk diketahui, burung tersebut tertular virus yang membuat kesehatan burung itu sendiri jafi tidak normal secara fisik.

Namun, langkah tersebut bisa dilakukan bereeder untuk melakukan percepatan ekonomi, boleh-boleh saja hal tersebut dilakukan breeder.

“Semoga sukses bagi breeder pemula. Sebab menangkar Love Bird adalah pilihan alternative untuk menyiasati kebutuhan hidup, suskes deh,” seruan Salim, mengakhiri wawancaranya.bambang

Leave a Reply

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline