Home » Info Hobby » Breeding » Naik “Dorkas” Turunkan 8 Jawara Sekaligus Menuju Gantangan Dewa 99

Naik “Dorkas” Turunkan 8 Jawara Sekaligus Menuju Gantangan Dewa 99

Naik “Dorkas” Turunkan 8 Jawara Sekaligus Menuju Gantangan Dewa 99

aksarakata.com: Lama menekuni karakter Si Burung Cinta (Love Bird) dengan merawat serta menjadikannya ‘fighter’ memerlukan waktu yang panjang. Bahkan hampir setiap hari Ayik (30), harus berkutat dengan salah seekor burung kesayangannya, Zahra. Dari burung satu ke burung lainnya terus ia jadikan eksperimen hingga menemukan jawara yang layak di tangkarkan.

Lelaki asli Sukorejo Kenjeran, Surabaya ini menuturkan, bahwa sebelum melakukan penangkaran Labet dirinya juga kerap manurunkan jawara jawara yang menjadi handalannya untuk pembuktian di lapangan, meski sekedar latihan.

Tidak tanggung tanggung, sekali turun ke gantangan Ayik membawa delapan jawaranya untuk di uji nyali. “Sekali turun waktu itu saya, bawa delapan gaco. Dan waktu itu saya naikkan Dorkas menuju gantangan Dewa 99 Medaeng,” jelas Ayik.

Sekitar 2008-2009, waktu itu untuk kelas Labet di beberapa gantangan masih tidak terlalu banyak seperti di gantangan Dewa 99. “Saat itu untuk ukuran kelas Labet memang gantangan dewa lumayan banyak dibanding beberapa gantangan yang ada lainnya,” tutur Ayik.

Pria yang dianugerahi seorang anak ini juga mengatakan, untuk membidik indukkan yang kuat (kualitas) memang tak segampang yang dia bayangkan sebelumnya. “Wah, butuh proses lumayan lama untuk menemukan indukan yang bagus,” ujar Ayik.

Namun beruntung, indukan yang selama ini dijadikan gaco setiap kali Latber atau Latpres memang memiliki materi yang tidak jelek. Untuk ukuran bahan, Ring KPKS saat ini sudah layak untuk dipasarkan.

“Untuk memastikan burung bagus, saya, tidak berani. Karena semua tergantung dari perawatan dan kebiasaan masing masing penghobi. Yang pasti saya jual bahan. Dan alhamdulilah, hampir semua peminat tangkaran Ring KPKS hingga saat ini masih diminati,” tambah Ayik.

Ada salah seorang penghobi burung paruh bengkok Ring KPKS yang berasal dari pulau garam, Madura, kalau ditotal secara kesuluruhan diperkirakan sudah menghabiskan biaya Rp80 juta. Pasalnya penghobi yang dimaksud sudah mengetahui kualitas burungnya. Sehingga ia tak jerah untuk terus memburuh Ring KPKS.

“Ada penghobi dari Madura, ia kerap singgah ke rumah untuk memboyong hasil tangkaran ring sini (KPKS). Dan itu berulangkali,” pungkas Ayik.bambang

Leave a Reply

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline