Home » Info Hobby » Breeding » Bakul Sayur (2) Hariyanto: Ki Kusumo jadi Rival Utama Dievent Bergengsi Surabaya CUP I 2015 PBI

Bakul Sayur (2) Hariyanto: Ki Kusumo jadi Rival Utama Dievent Bergengsi Surabaya CUP I 2015 PBI

Bakul Sayur (2) Hariyanto: Ki Kusumo jadi Rival Utama Dievent Bergengsi Surabaya CUP I 2015 PBI
Hariyanto saat berada di lokasi penangakarannya

aksarakata.com: Setelah mengenal lebih jauh Mr Hariyanto yang berhasil melambungkan nama Punel, ternyata pria asal masjid Sunan Giri ini juga pernah merawat jagoan hebat, Si Sakera.

Sakera sendiri memiliki predikat bagus dengan menempati posisi juara 3 di Piala DanRem Surabaya – Surabaya CUP I PBI (Pelestari Burung Indonesia) yang saat itu dilangsungkan di lapangan Yonif 516 / CY Komplek Kodam V Brawijaya Surabaya.

Yang tidak kalah menarik, dievent tersebut juga dihadiri ratusan komunitas burung baik lokal maupun datang dari beberapa daerah dari luar Surabaya. Khasana prestise yang amat kental saat itu menjadi ajang pertemuan burung burung jawara untuk beraduh prestasi.

Maka tidak salah, setiap jawara yang namanya masuk 10 besar dievent ini dan berhasil membawa pulang tropi kejuaraan, harga jualnya langsung melangit.seperti yang dilakukan Sakera. Saat itu sudah ditawar lumayan tinggi. Kamis, (7/9/2017).

Sejak melamapaui penawaran “Wah” saat itu, Hariyanto pun kini getol memburuh burung burung bermateri bagus untuk di tangkarkan. Tidak tanggung tanggung, Hariyanto menangkar 30 pasang Labet pilihan versi Hariyanto.

Dari 30 pasang yang ditangkar ada nama TOP 1 yang namanya sempat melejit di beberapa gantangan Surabaya, Sidoarjo dan Gresik. Selain TOP 1 juga ada Si Tiger, Singo dan Siluman.

Empat burung dengan materi bagus ini diperkirakan oleh sang Mpunya memiliki keturunan bagus. Pasalnya keempat empatnya memiliki materi fighter yang tinggi.

“Ada beberapa teman yang sudah mengetahui kualitas dan capaian prestasi dari keempat nama tersebut. Karena itu mungkin beberapa teman sempat datang kesini untuk mengambil anak;annya,” jelas Hariyanto.

Diberitakan seblumnya, Saat media ini mengunjungi kediaman Hariyanto untuk mengetahui lebih jauh, pria yang tinggal di kawasan Mbendul Mrisi, Wonokromo, Surabaya ini mengatakan dibalik kesibukan merawat Labet dirinya juga memiliki kegiatan rutin sekaligus sebagai mata pencahariannya, Mlijo (penjual sayur) keluar masuk kampung.

Pria asal Kota Pudak, Gresik ini juga mengatakan, bahwa itu dilakukan setiap hari usai shalat Subuh jelang munculnya Matahari. Karena sudah menjadi kebiasaannya menjajahkan sayuran-lauk pauk sejak pukul 05.30 WIB hingga pukul 11.00 WIB – 12.00 WIB dia baru tiba di rumah.bambang

Leave a Reply

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline