Andik: bekal juri “fair play” dan tidak terima titipan!

Bagikan

aksarakata.com: Apa yang dilakukan Andika Pratama bukanlah aji mumpung. Namun, dirinya cukup jeli melihat adanya peluang dijagad perburungan. Dengan bekal dan literatur yang dimilikinya, pria bujang ini pun memilih melatih diri jadi seorang juri. Selasa, (6/12).

Seiring merangkaknya gantangan Agro Community (AC) yang baru saja memasuki usia sau tahun. Diperkirakan proses belajar juri Andik selama itu pula. Terkait belajar atau teori juri, pria kelahiran 1995 ini mengaku banyak menyimak dari para seniornya yang bertugas di gantangan AC.

“Dari para juri senior saya menimbah ilmu. Dan mereka juga yang banyak menginspirasi saya untuk membidik burung yang benar benar berkualitas,” katanya.

Selain Om Yono, lanjut Andik, ada Mas Sinyo, Mas Mariyono, Mas Agus, Mas Rudi (THR) dan banyak lagi. “Mereka semua adalah suhu bagi saya,” sambungnya.

Terkait pemahaman dari beberapa jenis burung yang dilombakan, hanya jenis Kenari yang sedikit memakan waktu pembelajarannya. Pemuda asal Beciro, Sukodono Sidoarjo ini mengatakan, untuk memahami karakter Kenari lumayan lama.

“Saya butuh waktu empat bulan untuk memahami karakater Kenari. Waktu menguji Kenari, waktu itu saya kurang paham mana lagu isihan, mana yang asli,” jelasnya.

Diprotes Peserta
Masih dikatakan Andik, untuk jadi pengadil selain kejelian dalam memilih jawara yang layak koncer, dia harus berani mengambil sikap dan tidak terpengaruh dengan pengadil lainnya.

Pentingnya prihal yang disampaikan Andik l, pasalnya dirinya pernah mengalami diprotes peserta. Dirinya ingat betul saat itu peserta dari kelas Murai Batu dan Cucak Ijo. Namun, insiden tersebut tidak berlangsung lama. Karena koorlap langsung memberikan pemahaman terkait burungnya.

“Yang terpenting Fair Play. Dimanapun juri bertugas hanya Fair Play yang harus dikedepankan. Sebab peserta atau kicau mania hanya mengaharap itu. Tidak ada titipan, jangan terpengaruh dengan teman saat menjuri,” seru Andik pada AKcom.

Ternyata jadi seorang pengadil lomba burung bekicau atau kekek’an tidak hanya dibutuhkan mental baja. Namun, juga dibutuhkan visi-misi sebagai seorang pengadil lomba. Dengan adanya gantangan, tentunya ada visi-misi terkait pelestarian burung berkicau khususnya di wilayah Sidoarjo dan Jawa Timur pada umumnya.

“Selama menjalani profesi juri, selain Agro, saya juga pernah bertugas di gantangan Aladin Enterprize (Unesa) dan Alami Bird Contest (ABC) Kebraon,” pungkasnya.bambang

Tinggalkan Balasan

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline