Berharap Warga Dolly Punya Gantangan Sendiri, Ketupat: tidak menyangka pesertanya banyak!

Bagikan

aksarakata.com: Warga Dolly Saiki bersama Paguyuban RT/RW Kampung Dolly (PRKD) menggelar lomba burung berkicau di Taman Bermain Jalan Kupang Gunung Timur atau yang akrab dengan sebutan �gang dolly�. Dibekas kawasan prostitusi terbesar se-Asia ini warga setempat dengan dukungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tampak menyambutnya dengan senang hati.

Selaku ketua panitia lomba Antok, panggilan Kurnia Cahyanto asli warga Kupang Gunung Timur ini mengatakan, bahwa warga Dolly dan kepemudaan setempat menginginkan adanya aktifitas positif yang bisa bermanfaat sekaligus membangun perekonomian warga. Kamis, (10/5/2018).

Baca Data Juara Dolly Berkicau

“Dengan adanya lomba burung bagi warga setempat dan kepemudaan selain turut melestarikan burung, juga memberikan warna lain diantara agenda untuk kampung dolly. Khususnya Dolly Saiki,”papar Kurnia kepada media ini.

Tidak hanya itu, dampak atau partisipasi peserta lomba yang hadir juga diharapkan mampu menghdupkan perekonomian warga berjualan.

“Hampir sederet kampung dolly dengan adanya acara lomba ini mereka memanfaatkannya dengan membuka jualannya di masing masing tempat mereka atau rumahnya. Ada yang berjualan ES, Air Mineral, Kopi, Rokok dll. Ini artinya warga bisa menerima,” lanjutnya.

Pasalnya event lomba burung tersebut satu rangkaian dari agenda agenda yang sudah berjalan, diantaranya Dolly Berdzikir, Dolly Pomade, Dolly Batik, Santunan untuk Anak Yatim, dan Dolly Fun Run. Maka dikawasan yang sebagian wisma sudah diambil alih pemkot tersebut bisa dijadikan tempat wisata.

Terkait lomba burung, Kurnia juga menyampaikan, nahwa tidak menutup mungkin warga dolly bisa memiliki gantangan sendiri. Karena salah satu wisma yang memang terkenal saat itu sudah tidak berpenghuni sejak dibelinya lahan tersebut oleh pihak Pemkot, Wisma Barbara.

“Salah satu wisma Barara ada yang luas ukurannya bisa untuk mendirikan gantangan baru. Nah, rencana konco-konco paguyuban lahan ini nantinya yang akan kita fungsikan sabagai gantangan. Ada beberapa peserta lomba yang menyatakan memang tidak puas dengan lokasinya,” katanya.

Karena menurut peserta, taman bermain yang dijadikan tempat gantangan itu memang kurang memenuhi standar.

“Jadi ya, harap maklum dan kami selaku panitia meminta maaf sebesar besarnya. Yang partisipasi mereka yang sekarang hadir bisa menjadi inspirasi bagi kawan kawan paguyuban dan jajaran pengurus lainnya,” sergah kurnia seraya mengakhiri wawancara dengan aksarakata.com.bambang

Tinggalkan Balasan