Pemilik Lahan Kalisari Damen Minta Keadilan

Bagikan

Tanah Tercatat di Buku Desa, Papan Nama Dirusak

AksaraKata.com: Sengketa lahan sengan pemilik Pudjiono Sutikno (51), Warga Jl Kalisari 3, Surabaya kembali prihatin. Dikarenakan, pemilik lahan Jl Kalisari Damen, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Mulyorejo kembali menghadapi gugatan di Pengadilan Negeri (PN) Jl Arjuna 16-18 Surabaya. Dan selaku penggugat Ny. Asipah (66), Warga Jl Nyamplungan, Surabaya.

Anehnya lagi bahwa gugatan yang dilakukan Ny. Asipah adalah gugatan dua kali, setelah gugatan sebelumnya dinyatakan kalah oleh majelis Hakim.

Tergugat Pudjiono menyatakan, bahwa lahan yang berada di Jl Kalisari Damen, adalah miliknya hal ini sangat wajar. Sebab hal tersebut sesuai dengan buku desa atau leter C dari Kelurahan Kalisari, yang menyebutkan bahwa petok D No:700 dengan luas sekitar 2.300 M2 atas nama Pudjiono.

Lebih lanjut Pudjiono menyatakan, bahwa pihaknya dulu membeli lahan tersebut dari tangan Widodo Budiarto. Dan pembelian itu dilakukan pada tahun 1989 yang tercatat di leter C kelurahan.

“Jadi saya ini sebagai pemilik yang sah,” jelas Pudjiono.

Tepat pada 2006 lahan dengan ukuran 2.300 M2 tersebut tiba-tiba diakui kepemilikannya oleh Asipah alias Hj Sutjiati. Padahal pengakuannya tanpa disertai bukti-bukti yang kuat dan tidak tercatat di buku desa.

Dari keterangan yang disampaikan Pudjiono, bahwa Asipah bernafsu ingin menguasai aset berupa tanah milik dari Pudjiono dengan berbagai cara.

Parahnya lagi, pihak Asipah bersama anaknya Nuruddin Efendi dan Muhamad Efendi nekat merusak papan nama (plang) yang menyebutkan jika tanah tersebut milik sah dari Pudjiono. Plang tersebut dirusak dan dibuang begitu saja. Akibatnya, Asipah beserta Nuruddin dan Efendi dilaporkan ke polisi. Dengan nomor laporan: LP/636/X/2009/Biroops Polda Jatim tertanggal 9 Oktober 2009.

Kini kasus pidana tersebut mulai bergulir di PN Surabaya. Asipah berserta Nurruddin dan Efendi dijerat oleh JPU (Jaksa Penuntut Umum) dari Kejari (Kejaksaan Negeri) Surabaya dengan dakwaan pasal 406 ayat 1 KUHP.

Menurut Pudjiono, upaya hukum yang dilakukan ini merupakan bentuk memohon keadilan. Karena sebagai masyarakat dia merasa sebagai pembeli dan pemilik lahan yang sah, sesuai dengan buku leter C yang tercatat di Kelurahan Kalisari.

“Saya mohon kepada majelis hakim yang menyidangkan kasus ini agar berlaku adil dan bijak. Karena, sesuai bukti-bukti yang ada di kelurahan masih tercatat atas nama saya,” jelas Pudjiono.bw/yayang

Tinggalkan Balasan