Usia 1 Bulan Kondisi Wangi Mengkhawatirkan, Cak To: tidak mau makan sama sekali

Bagikan

aksarakata.com: 4 bersaudara dari satu tangkaran, Wangi dibilang paling kurang mendapat asupan dari sang induk. Sehingga pertumbuhannya pun tidak sempurna (terlihat kecil) diantara ke 3 saudaranya. Kamis, (5/7/2018). Lebih jauh pada media ini Cak To menuturkan, bahwa Wangi saat usia 1 bulan boleh dibilang kurang vitamin.

Selain kondisi terlihat kecil, bulunya juga terlihat seperti burung sakit. Prihatin dengan kondisi Wangi yang tidak mau makan. Pria yang berdomisili di Gang Apel, Kebraon II Surabaya ini berinisiatif untuk memberikan asupan susu, dengan harapan Wangi bisa terlihat gesit lagi. Tidak membutuhkan waktu, dua hari diberkan minuman susu, kondisi Wangi pun bugar (gesit).

Melihat kondisi burung yang digadang gadang mulai membaik, Cak To berusaha memisahkan dari tangkaran induknya. Wangi pun langsung dikumpulkan dengan sang ‘Fenomenal’ Sulastri. Gayung bersambut, Sulastri pun memberikan perhatian yang berlangsung selama 3 minggu.

“Aneh! Biasanya sulastri jahat kalau ada burung baru yan masuk di sangkarnya. Sebaliknya, wangi mendapat tempat dihati sulastri (Cocok). Ya, itu berlangsung sampai sekarang,” kata Cak To.

Dan Wangi pun mendapat sangkar sendiri. Sejak itulah wangi dipupuk untuk menjadi calon jawara. Setiap subuh tiba wangi dikeluarkan dari untuk mendapatkan udara yang masih segar (embun). Rutinitas itu dilakukan Cak To kurang lebih 1 bulan.

Suatu ketika, sebelum wangi diembunkan. Anak perempuan Cak To, sebut saja Putri (12) mendengar dan melhat wangi ketawa (ngekek) lumayan panjang (ukuran Balibu). Mengtahui hal tesebut Putri bergegas memberitahukan kepada sang Ayah, kalau wangi sempat ngekek panjang.

Mendengar penuturan dari putrinya, Cak To tidak menggubrisnya lantaran usia wangi baru 2 bulan. Tidak mungkin sudah bisa ngekek.

“Pak, tadi burung yang warnanya kuning itu ngekek,” ujar Cak To menirukan Putri yang saat itu sambil menunjukan ke arah wangi.

Karena tidak menyaksikan dengan mata-kepala sendiri Cak To pun mulai dirundung rasa penasaran. Tak urung, Cak To pun makin getol merawat wangi dengan harapan ia bisa mendengar suara dari burung cinta tersebut.

Akhirnya suatu hari Cak To pun menaruhnya tepat dihadapannya di ruang tamu rumahnya. Sambil terus matanya melihat ke arah sangkar wangi.

Cak To pun dikejutkan dengan suara wangi saat ia melihat dan mendengar sendiri calon jawaranya itu.

“Saat melihat sendiri wangi ngekek lumayan panjang, 10 detik’an. Seukuran balibu usia 2 bulan ngekek 10 detik terbilang panjang,” jelas Ca To. Mengetahui aksi wangi, ia berusaha melatih wangi untuk digantangkan.

Awalnya iseng sambil mencoba mental wangi saat digantangkan. Singkat cerita, aksi wangi mulai terlihat digantangkan. Kalau melihat dari aksi wangi, sepertinya ia menirukan induk ‘angkatnya’ Sulastri. Karena setiap hari ia berada dalam 1 sangkar.

Sesuai dengan namanya wangi pun menebar pesona di gantangan Alami Bird Contest (ABC) dan jadi jawara dikelas Balibu.bambang

Tinggalkan Balasan